Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

#07-Racun? Tapi suka!

Gambar
Katanya sakit, tapi sayang pun tak dilepas juga. Terlalu sayang katanya, sampai sakit tak lagi di rasa. Nanti kamu kembali bercerita, "dia kasar, dia pemarah, dia posesif." Lalu mereka hanya bisa mengatakan, "kamu yang pilih dia". Inginnya bahagia, bebas, dan tidak sakit, tapi kamu masih bertahan dengan satu alasan—sangat cinta. Silakan makan cinta dan sayang itu sepuasnya, sampai kamu tak lagi mampu menemukan diri sendiri. Iya, sayang dan cintamu adalah segalanya bagimu, tapi baginya—sayang dan cintamu hanyalah sebuah kisah sementara. Bukan bodoh, hanya saja itu buta. Diperbudak cinta dan rasa sakit. Apalagi yang ingin kamu remukkan? Hati, sudah. Pikiran, sudah. Badan, sudah. Jantung? Menyesal di kemudian hari, ketika remuk pun enggan bersua kepada dirimu. Bukannya kamu tidak bisa meninggalkan, hanya saja kamu terlalu cupu untuk mengenal kecerdasan. Sadarlah, tak ada guna berlama-lama dengan si petinju amatiran. Allah masih setia di sampingmu, temui dia dan curahka...